Khutbah Jumat Singkat Bulan Puasa Ramadhan Membentuk Masyarakat Islami

Khutbah Jumat Singkat Puasa Ramadhan Membentuk Masyarakat Islami. Khutbah adalah merupakan salah satu dari pada  syarat jumat, maka oleh karena itu barang siapa yang melaksanakan shalat jumat tidak pakai khutbah maka shalat jumatnya tidak syah, dan juga  khutbah itu mempunyai syarat dan rukun, maka sebagai khatib bila mana berkhutbah jangan sembarangan khutbah tapi harus memenuhi syarat dan rukunnya.

Adapun syarat khutbahnya itu ada 10 diantaranya: Bersuci dari dua hadats, Suci dari najis baik pakaiannya, badanya dan tempatnya, Menutupi aurat, dilaksanakannya Sambil berdiri bagi orang yang mampuh, Duduk diantara khutbah dua, Terus menerus antara dua khutbah, Terus menerus antara khutbah dan shalat jumatnya, Menggunakan bahasa arab, Harus kedengaran oleh orang yang termasuk syarat jumat, dan yang terakhir Dilaksanakannya pada waktu dzuhur.

Sedangkan untuk Rukun khutbah ada lima diantaranya: Membacakan puji syukur kepada Alloh SWT, Baca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW, Wasiat dengan takwa, pada khutbah kesatu dan kedua, selanjutnya Menbaca salah satu ayat dari al-Quran pada salah satu khutbah kesatu dan kedua namun kalau dua-duanya dibacakan ayat itu tidak apa-apa (Syah) dan yang terakhir Mambacakan doa untuk muslimin dan muslimat (Laki-laki/Perempuan), itulah syarat dan rukun khutbah, maka kami disini akan memberikan salah satu contoh Khutbah Jumat Bulan Ramadhan membentuk masyarakat Islami, semoga bermanfaat.

Khutbah Jumat Singkat Puasa Ramadhan Membentuk Masyarakat Islami

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْـمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ, وكُتِبَ عَلَيْنَا الصِّيَام اَلَّذِى هُوَ رُكْنٌ مِنْ أَرْكَانِ اْلاِسْلاَمِ, أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمِ الزِّحَامِ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى دَارِ السَّلاَم. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ, فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ وَتَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ بِسَلاَمٍ, وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Menyebarkan dan menegakan nilai-nilai yang islami dalam kehidupan di dunia ini itu adalah merupakan suatu yang harus kita miliki secara konkrit oleh setiap muslimin, langkah awalnya untuk menegakkan nilai-nilai Islami adalah membentuk manusia seorang muslim yang berkepribadian Islami. Dari pribadi-pribadi yang Islami inilah diharapkan lahirnya keluarga yang Islami pula, sehingga cepat atau lambat akan terwujud masyarakat yang Islami.

Berdasarkan al-Qur'an dan Hadits dapat kita simpulkan bahwa dengan melaksanakan puasa Ramadhan itu memiliki pengaruh yang sangat positif  bagi berkembangnya pembentukan pribadi yang Islami, hal ini karena ada beberapa pungsi dari ibadah puasa ramadhan yang amat terkait dengan mas'alah ini.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Sekurang-kurangnya ada enam pungsi utama Puasa Ramadhan dalam kaitan pembentukan pribadi dan masyarakat yang Islami,

Pertama puasa berpungsi sebagai pakaian taqwa, sehingga orang yang berpuasa biasanya sangat hati-hati dan penuh pertimbangan bila hendak melakukan sesuatu yang hendak dikerjakan itu bertentangan atau tidak dengan kehendak Alloh dan Rosul-Ny. Kehati-hatian orang yang berpuasa dalam melakukan sesuatu, itu seperti kehati-hatiannya orang yang memakai pakaian putih, karena bila dia sembarangan duduk di suatu tempat,bisa jadi pakaian itu cepat kotornya sehingga nempak kekotorannya,. Hal ini berarti orang yang berpuasa akan mencapai ketakwaan kepada Alloh SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana telah diwajibkan atas orang- orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(al-Baqarah:183)

Kedua puasa juga berpungsi sebagai pelindung dari kemunkinan manusia melakukan kejahatan, apalagi di dalam Hadits Rosul menyebut puasa Ramadhan sebagai Junnah (perisai) yang membentengi dan melindungi manusia dari kemunkinan melakukan hal-hal yang tidak bena, apalagi setiap Muslim yang berpuasa memang harus mampuh mengendalikan diri, sehingga tidak begitu saja menuruti keinginan-keinginan yang tidak benar. Sebagai mana Rosul bersabda.

الصيام جنة. فإذا كان أحدكم صائما، فلا يرفث، ولا يجهل. فإن امرؤ قاتله، أو شاتمه، فليقل: إني صائم، إني صائم

Artinya: “Puasa itu adalah perisai, maka apabila seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, janganlah dia berkata rafats (kotor) dan jangan pula bertingkah laku jahil (sepert mengejek, atau bertengkar sambil berteriak). Jika ada orang lain yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia mengatakan “Aku orang yang sedang puasa, Aku orang yang sedang puasa”. (Ini redaksi dari riwayat Imam Malik).

Jika masing-masing orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan ini mampuh menahan diri dari kemungkinan melakukan hal-hal yang tidak benar dalam pandangan Alloh dan Rosul-Nya niscaya akan terwujud masyarakat Islami yang kita dambakan.

Pungsi yang ketiga dari ibadah puasa dalam kaitan pembentukan masyarakat Islami adalah tradisi taqarrub ilalloh (mendekatkan diri kepada Alloh) karena dengan puasa seorang muslim dididik untuk selalu merasa dekat denga Alloh. ketika perasaan ini telah tumbuh di dalam diri seorang muslim, niscaya dia tidak akan berani menyimpang dari jalan Alloh. Pada dasarnya, seluruh peribadahan di dalam islam memang mendidik seorang muslim untuk selalu merasa di awasi oleh Alloh, namun ibadah puasa Ramadhan dengan segala rangkaian ibadah lainnya di bulan ramadhan ini lebih kuat lagi.

Bentuk-bentuk ibadah lainnya yang bisa mendekatkan diri kepada Alloh di bulan Ramadhan ini seprti sholat tarawih, sholat witir, memperbanyak baca al-Qur'an, i'tikap di masjid, memperbanyak shodaqoh dan lain sebagainya.

Hadirin Sidang Jumat.....
Pungsi ke Empat dari Puasa Ramadhan ini adalah mendidik ke ikhlasan seorang muslim dalam menjalankan segala bentuk amal perbuatan dan mengabdikan diri kepada Alloh. Karena dengan puasa khususnya puasa ramadhan ini tidak diketahui oleh orang lain, pada dasarnya seseorang bisa saja tidak berpuasa meskipu ndia mengaku berpuasa atau kelihatan seperti orang yang puasa. Oleh karena itu Alloh menyatakan bahwa puasa itu untuk-Ku sebagai mana rosul bersabda.

كُلّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْع مِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنُْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya, Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’ Dan bagi orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya. Benar-benar mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada harumnya misk.”

Tanpa keikhlasan puasa sangat berat untukdilaksanakannya. hal ini berarti setiap muslim dididik oleh Alloh untuk menjadi menjadi orang yang ikhlas dalam melaksanakan ajaran Islam guna untuk mencapai kebaikan dunia dan akherat.

Sidang Jumat yang di mulyakan oleh Alloh...
Kelima puasa juga mendidik muslim untuk disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam, hal itu terkandung dalam ibadah puasa yang meskipun seorang muslim telah begitu lapardan haus, dia tidak akan akan dan minum sebelum waktunya atau ketika sedang asik makn dan minum ketika sedang sahur, lalu sudah sampai waktu fajar, meskipun makan dan minumnya belum selesai, maka dia segera menghentikannya, inilah yang dimaksud dengan disiplin. Begitu pula bila sudah berbuka puasa yang meskipun terasa lelah dan ngantuk, kita tetap berangkat kemesjid untuk melaksanakan shalat isya, tarawih dan witirnya.

Keenam pungsi dari ibadah puasa ramadhan itu adalah sebagai pengukuh hubungan dengan sesama muslim. Hal ini memang kita rasakan dengan lebih banyaknya kita bertemu dimesjid dan mushala serta berbagai acara dengan sesama kaum muslimin. Lebih dari itu bahkan kesdaran berukhwah di perkokoh lagi dengan menunaikan kewajiban zakat yang mengandung hikmah tersendiri, serta pada saat hari raya idul fitri semuanya berkumpul sebagai ambang persatuan ummat Islam.

Dengan demikian amat terasa bahwa ibadah puasa ramadhan itu dari tahun ketahun memberi arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang islami yaitu nsuatu masyarakat byang disiplin dan sungguh-sungguh dalam menyebarkan dan menegakkan ajaran Islam di muka bumi ini, semoga khutbah jumat singkat ini bermanfaat bagi kita semua.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعْنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ البَيَانِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ


Itulah yang dapat kami sampaikan dalam artikel ini salah satu contoh Khutbah Jumat Singkat Puasa Ramadhan membentuk masyarakat Islami namun bukan cuma itu saja yang dapat kami buat tapi masih banyak yang lainnya seperti:Contoh Khutbah Jumat Ibadah Ramadhan, khutbah idul Fitri, Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan, Khutbah Jumat Hikmah Isra Mi'raj Singkat, Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj, Khutbah Jumat Singkat Tentang Sabar Menghadapi Ujian, Khutbah Jum'at Singkat Keutamaan Hari Jum'at, Khutbah Jumat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan masih banyak yang lainnya makanya terus Update disini.