-->

Teks Khutbah Jumat Pendek Singkat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Contoh Khutbah Jumat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Inilah merupakan salah satu contoh teks khutbah jumat pendek singkat padat tentang NU memperingati hari kelahiran Nabi kita Muhammad SAW atau kita kenal dengan bulan maulid/rabiul awwal, karena biasanya khotib bila mana akan khutbah di sesuaikan dengan keadaan waktu, maka untuk itu kami disini telah menyajikannya teks khutbah jumat guna untuk mempermudah dalam pencarian materi para khotib yang akan berkhutbah pada bulan maulid ini

Bulan Rabiul awwal adalah bulan yang mana dilahirkannya Nabi Muhammad SAW tepanya pada tanggal 12 malam senin tahun Gajah, kenapa tahun itu dinamakan tahun gajah? karena pada tahun itu ada sekelompok manusia yang dipimpin oleh raja Abrahah berbondong-bondong menunggai gajah dengan tujuan akan menghancurkan ka'bah sebagai qiblatnya orang muslim, maka waktu lahirnya Nabi Muhammad SAW atas izin Alloh Semua pasukan Gajah itu hancur lebur tidak jadi menghancurkan Ka'bahnya.

Pada waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW itu banyak keIstimewaan-keistimewaan atau keajaiban yang yang dapat di ambil hikmahnya oleh kita sebagai umanat Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan ini demi merai Ridho dari Alloh SWT demi mewujudkan kebahagiaan dunia dan akherat nanti, semoga kita sebagai umat Rosul mendapatkan syafaat dari baginda Rsululloh SAW nanti dai hari kiamat.

Dengan demikian lahirnya Nabi Muhammad SAW kemuka bumi ini adalah merupakan rahmatan lilalamin(Rahmat bagi Semua alam),maka oleh karena itu Admin disini akan memberikan salah satu sifat kepribadian Nabi Muhammad SAW yang patut kita contoh untuk menjalankan kehidupan didunia ini demi tercapainya kebahagiaan nanti di alam baqa, dalam konteks khutbah jumat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai berikut ini:


Teks Khutbah Jumat Pendek Singkat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Terbaru


اَلْحَمْدُ ِللهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ، اَللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، اَلْحَسِيْبِ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَالْمُجَازِى لَهَا بِمَا عَمِلَتْ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. بَعَثَهُ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قال الله تعالى، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم،
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ……!

Pertama tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan taufiq-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sekalian, sehingga kita dapat menunaikan ibadah Jum’at pada saat ini.

Kemudian shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluwarga, serta shabat semuanya.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ……!

Ada banyak contoh yang dapat kita tiru dari Rasulullah SAW. Jika al-Qur`an diibaratkan mutiara yang memantulkan beraneka ragam warna cahaya, demikian pula dengan Nabi SAW. Kita bisa memetik hikmah apa saja yang terdapat dalam diri beliau. Terutama perihal akhlak dan budi pekertinya. Allah SWT berfirman.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS: al-Ahdzab ayat 21)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

وأنك لعلى خلق عظيم

Dan sesungguhnya, kamu(muhammad) benar-benar berbudi perketi yang agung(QS.Al-Qalam 68: 4)

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa dalam diri Nabi tertanam akhlak yang mulia. Keelokan perangainya itu tidak hanya diakui kalangan Islam saja, non-muslim pun juga memuji akan akhlaknya tersebut. Tak heran di usia belia rasul dijuluki dengan gelar al-Amin, dan kejujurannya tersohor ke peloksok dunia. Kebaikan akhlaknya itu digambarkan Imam al-Bushiri dalam gubahan syairnya: “Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa.”

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ……!

Misi utama diutusnya Nabi SAW ke permukaan bumi ini ialah untuk memperbaiki akhlak manusia. Syeikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul kaifa nata’amal ma’a al-Qur`an, menyebutkan salah satu tujuan dari syari’at Islam ialah untuk menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah disampaikan bahwa Nabi bersabda:

إِنما بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia.” (HR: al-Baihaqi)

Dengan modal akhlak yang mulia itu pula Islam menyebar dalam tempo yang sangat singkat di Jazirah Arab. Praktik kehidupan Nabi, baik di Mekah ataupun Madinah, memberi gambaran kepada kita bahwa peranan akhlak dalam kehidupan ini sangatlah urgen. Penerimaan masyarakat terhadap kebenaran yang disampaikan sangat berkaitan dengan moral si penuturnya. Kebenaran akan meresap cepat ke dalam hati sabubari apabila disampaikan dengan cara-cara yang santun seperti yang dicontohkan Nabi SAW.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ……!

Berbicara mengenai moral atau akhlak pada hari ini membuat air mata kita menetes. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik mengabarkan kepada kita perihal kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini. Bukan berati negeri ini penuh dengan penjahat, tidak. Namun, suara kejahatan lebih banyak ketimbang kebaikan. Menengok kembali kepribadian Nabi SAW adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini. Rasul telah mencontohkan kepada kita bagaimana mengatur negara yang baik dan masyarakat yang bermoral. Dalam menjalankan kekuasaan Rasulullah SAW selalu menekankan aspek kebaikan, kejujuran, kaselahan, dan keadilan bagi semua kalangan tanpa memandang warna kulit, keyakinan, serta ras.

Selain itu, Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti agar umatnya tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Karena hawa nafsu sumber kemungkaran dan kemerosotan akhlak. Orang akan mudah terjerumus untuk korupsi, menipu, dan kemungkaran sosial lainnya jika terlalu menuruti nafsu rakusnya. Bahkan Rasulullah mengancam status keimanan umatnya yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan ‘Amr bin al-‘Ash, Nabi berkata:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ……!

Demikianlah khutbah jum’at kali ini. Semoga dengan peringatan maulid Nabi ini dapat membawa perubahan dalam tingkah laku kita. Peringatan maulid bukan hanya sekedar formalitas atau seremonial belaka. Lebih dari itu, peringatan maulid sebagai sarana bagi kita untuk menambah wawasan tentang kehidupan Nabi SAW, kemudian mengamalkan dan mengkontekstualkan dalam kehidupan sehari-hari.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

KHUTBAH KEDUA


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين

 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولك


Demikian lah yang dapat sampaikan pada kesempatan kali ini tentang Khutbah Jumat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Semoga ada manfaatnya dan kita semua dapat mengambil hikmahnya.Begitu juga kami sajikan Khutbah Jumat Terbaru Keutamaan Hari Jumat dan masih banyk lagi dalam artikel sebelumnya. Semoda dengan adanya artikel kami ini dapat bermanpaat bagi kita semua.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Keutamaan Dan Amalan Hari Jum'at

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Keutamaan Dan Amalan Hari Jum'at.Khutbah jum'at adalah termasuk salah satu dari rukun pelaksanaan ibadah shalat jum'at, maka dengan itu ketika kita melaksanakan shalat jum'at khusus bagi seorang khatib harus benar-benar melaksanakan syarat, kukun khutbah dan menjauhi segala hal yang membatalkannya, begitu pula bagi para jamaah yang mengikuti  shalat jum'at terutama bagi orang-orang yang dijadikan syarat syahnya jum'at harus benar-benar mendengarkan segala apa yang di sampaikan oleh khatib.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Keutamaan Hari Jum'at.Dengan hal seperti itu maka bagi para khatib yang akan melaksanakan khutbah harus faham benar tata cara khutbah yang syah menurut hukum ajaran agama Islam, karena khutbah adalah merupakan pengganti dua rakaat dari shalat dzuhur, dengan hakikat khutbah adalah fatwa tiap pekan yang harus dipegangi oleh ummat untuk dijadikan pedoman dalam mengarungi perjuangan agar sejahtra didunia dan bahagia di akherat berlandaskan taqwa kepda Alloh SWT.

Soal mas'alah tema yang akan di sampaikan oleh khotib ketika khutbah itu bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada waktu ini misalnya kita sekarang sedang berada pada bulan maulid/ rabiul awwal pasti tema khutbah itu adalah membahas kelahiran Nabi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kepribadian Nabi muhammad SAW. Namun Admin disini akan membawakan salah satu contoh  Khutbah Jum'at keutamaan hari jum'at seperti di bawah ini:

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Keutamaan dan Amalan Hari Jum'at

Khutbah Pertama:

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ أَفْضَلَ أَيَّامِ الْأُسْبُوْعِ وَجَعَلَ فِيْهِ سَاعَةً الدُّعَاءُ فِيْهَا مُجَابٌ وَمَسْمُوْعٌ وَخَصَّهُ بِخَصَائِصَ لِيَعْرِفَ النَّاسُ قَدْرَهُ فَيَقُوْمُوْا بِهِ عَلَى الْوَجْهِ الْمَشْرُوْعِ،. وَالصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٌ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا نَبِيَّ الرَحْمَةِ وَقُدْوَةَ الأُمَّةِ لِنَيْلِ السَعَادَةِ فيِ الدُنْيَا وَالآخِرَةِ، فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ وَإِيّاَيَ بِتَقْوَى اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
بسم الله الرحمن الرحيم
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Sidang jum'at yang dirahmati Oleh Alloh
Shalat Jum'at adalah merupakan amal ibadah yang paling khusus dan istimewa di hari Jum'at. Dalam pelaksanaan shalat jum'at memiliki kekhususan yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya, khususnya Dzuhur yang sama waktunya. Dari cara bersuci, sangat dianjurkan untuk mandi besar sebagaimana mandi janabat. Cara berpakaian, sangat dianjurkan memakai pakaian terbagus dan menggunakan wewangian, Berangkatnya ke masjid, sangat-sangat dianjurkan untuk lebih awal dengan janji pahala yang lebih besar daripada yang datang berikutnya.

Sebagai mana hadist yang diriwayatkan dari Aus bin Aus radliyallah 'anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekatkan diri kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)

Sidang jum'at yang dirahmati Oleh Alloh

Dalam hadist lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَيَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ إِلَى الْجُمُعَةِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي كَبْشًا ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي دَجَاجَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ وَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَجَلَسُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Jika tiba hari Jum'at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum'at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah)." (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 10164)

Hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa shalat Jum'at memiliki pahala besar. Barangsiapa yang melaksanakannya sesuai dengan syarat-syaratnya, tata tertibnya, sunnah-sunnahnya, maka dia akan memperoleh banyak pahala dan keutamaan sebagai berikut:

• Setiap langkah dari rumahnya menuju ke masjid mendapatkan pahala seperti pahala puasa dan pahala shalat malam setahun penuh.

• Mendapatkan pahala seperti orang yang berqurban unta, atau sapi, atau kambing, atau ayam, atau telur, sesuai seberapa pagi ia berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat Jum'at.

• Mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan hingga tiba shalat Jum'at berikutnya dan tambahan tiga hari menurut sebagian riwayat.

• Malaikat mencatat pahala shalat Jum'atnya di dalam catatan mereka, selain catatan malaikat yang bertugas menuliskan amal.

Dengan hal seperti itu mari kita berlomba-lombalah untuk meraih pahala dan krunia yang Alloh telah janjikan kepada hambanya mengenai hadist diatas yang menjelaskan keutamaan dan amalan pada hari jum'at.

Sidang jum'at yang dirahmati Oleh Alloh

Sebagai mana Alloh berpirman dalam surat Ali Imron ayat 133

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit-langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Ajakan berlomba kepada kebaikan mengandung ajakan agar seseorang berusaha dan bersemangat menjadi orang pertama yang berbuat kebaikan. Barang siapa yang ketika di dunia bersegera kepada kebaikan berarti ia adalah orang yang terdepan di akhirat menuju surga-surganya Alloh. Dengan demikian, orang-orang yang berlomba/terdepan dalam kebaikan adalah hamba-hamba yang paling tinggi derajatnya.

Dengan uraian khutbah yang singkat ini semoga ada manfaatnya khususnya untuk diri khatib sendiri dan umumnya untuk kita semua sebagai jamaat shalat jum'at.

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من ألآية والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم إنه هو السميع البصير.


KHUTBAH KE DUA

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَمَرَناَ باِلاِْعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ وَالإِبْتِعاَدِ عَنِ العاَدَاتِ الجاَهِلِيَّةِ. أشهد أن لا إله الله الواحد الصمد وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد العالمين، اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين، أما بعد: فيا عباد الله أصيكم بنفسى بتقوى الله وإياي فقد فاز فوزا عظيما. إستمعوا بقول الله تعالى فى كتابه العزيز: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : ياأيها الذين آمنوا إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. واعلموا ان الله أمركم أمرا بدأ فيه بنفسه وثنى بالملائكة المسبحة بقدسه فقال تعالى مخبرا وآمرا إن الله وملائكته يصلون على النبى ياأيهاالذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما صليت وسلمت على إبراهيم وعلى آله إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضي الحجات برحمتك ياأرحم الرحمين.

اللهم إنا نسألك الثبات فى الأمر ونسألك العزيمة فى الرشد ونسألك شكرنعمتك وحسن عبادتك. ونعوذبك من شر ما تعلم ونسألك من خير ماتعلم ونستغفرك مما تعلم انك انت علام العيوب. اللهم انا نسألك حبك وحب من يحبك والعمل الذى يبلغنا حبك. اللهم اجعل حبك احب الينا من نفسنا واهلنا. ربنا لا تزع قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.

Itulah yang dapat Admin sampaikan mengenai Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Meraih Pahala Di Hari Jum'at semoga dengan adanya artikel ini kita bisa meningkatkan amal ibadah kepada Allog Swt demi tercapainya kebahagiaan dunia akherat sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh Alloh SWT.Amiiin. Begitu juga kami sajikan  Khutbah Jum'at  Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW semoga dengan adanya artikel kami ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Tentang Lima Macam Hiasan Dunia

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Tentang Lima Macam Hiasan Dunia - Di antara metode Qur'an dan Hadits dalam menyampaikan ilmu yang paling tepat adalah metode Tamtsil alias perumpamaan. Tujuannya dari hal ini agar si pembaca,atau sipendengar selain memahami, juga diajak untuk melibatkan pemikiran dalam memvisualkan sesuatu yang dibahas.selain dari pada keindahan tata bahasa, tamtsil juga digunakan sebagai cara untuk menguatkan ingatan pembaca.

"Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin lemah. Bersemangatlah terhadap yang memberi manfaat kepadamu, berlindunglah kepada Allah dan jangalah merasa lemah" (H.R. Muslim)

Makanya Admin di sini aka memberikan gambaran contoh teks khutbah jumat singkat tentang lima macam hiasan dunia dengan salah satu tanaman yang bisa membawa manfaat bagi kehidupan manusia, ketika kita merasakan butuhnya kesalah satu tanaman tersebut pasti kita akan merawatnya semaksimal mungkin, walau pun dalam keadaan bagaimana pun juga, begitu juga manusia butuh atas pertolongan Alloh maka kita harus benar-benar melindungakan diri kepada Alloh SWT.

Teks Khutbah Jum'at Singkat Tentang Lima Macam Hiasan Dunia

KHUTBAH PERTAMA 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَ مَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِيَ لَه

اشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدِى السَّاعَة

مَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يُعْصِيْهٍمَا فَإنَّهُ لا يَضُرُّ إلاَّ نَفْسَه وَلاَ يَضُرُّاللهَ شَيْئاً

اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَان إلَى يَوْمِ الدِّيْن

أمَّا بَعْدُ :

فَاُوْصِيْكُمْ وَ إيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتْقَىَ وَ خَابَ مَنْ طَغَى

أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَحِيْمِ

يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَ أنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ


Marilah kita selalu berusaha meningkatkan mutu taqwa kita terhadap Alloh SWT dan ini hendaknya kita lakukan setiap saat dan waktu. Sebab kita sebagai manusia mempunyai kecenderungan untuk meluncur dari makom yang tinggi yang telah kita capai kepada makom yang lebih rendah jika kita tidak selalu mawas diri. Kita bisa melihat sendiri betapa banyaknya orang -orang yang asalnya terbilang orang baik-baik lantas menjadi jahat.Tentang proses peluncuran ini Alloh SWT menggambarkan tingkah lakunya orang tersebut dalam salala satu ayat:
وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ( ١٢)١٢

Artinya: Dan apabila mengenai kepada manusia kesusahan, ia berdo'a memanggil kami sambil berbaring atau duduk atau berdiri, maka tatkala kami hilangkan kesusahannya, ia berjalan (melanggak lenggok) seolah-olah ia tak pernah berdo'a kepada kami untuk menghilangkan kesulitan yang pernah menimpahnya(Yunus:12).

Begitulah tingkah orang yang sedang meluncur, sewaktu di timpa bahaya dan kesulitan ia berdo'a: Ya Alloh jika engkau melepaskan kami dari bahaya ini, kami bejanji akan menjadi orang baik-baik.Setelah do'anya dikabulkan Alloh benar ia bersyukurdan jadi orang baik-baik.Akan tetapi setelah berjalan beberapa waktu, setelah ia sampai ketempat yang aman dan tentram serta sudah merasa bisa berjalan sendiri tiba-tiba ia meluncur. Meluncur jadi orang yang lupa saja pada Alloh, perintah agama ia tolak dan laranganya ia langgar.Dia lupa bahwa yang menghilangkan kesusahan dulu itu ialahAlloh.Dan hal ini tidak hanya terjadi pada perseoranga, masyarakat pun bisa mengalami proses peluncuran ini.

MA'AASYIOL MUSLIMIN ROKHIMA KUMULLOOH.

Kemudian untuk menjaga agar kita dan masyarakat tetap padamakom atau darzat yang sudah kita peroleh dan tidak mengalami peluncuran, maka disini kami kemukakan satu metaphore yang diberikan Rosululloh SAW.

Nabi bersabda:

اَلدُّنْيَا بُسْتَانٌ تَزَيَّنَتْ بِخَمْسَةِ اَشْيَاءٍ: عِلْمِ الْعُلَمَاءِ وَعَدْلِ اْلاُمَرَاءِ وَعِبَادَةِ اْلعُبَّادِ وَاَمَانَةِ التُّجَّارِ وَنَصِيْحَةِ الْمُحْتَرِفِيْنَ

Artnya: Dun'ya ini ibarat satub kebun, dihiasi dengan lima macam hiasan.
1. Ilmu orang yang berilmu, cerdik pandai.
2. Keadilan orang yang memegang kekuasaan.
3. Ketertiban ibadah hamba Alloh yang beribadah.
4. Kejujuran para pedanggang dan pengusaha.
5. Kedisiplinan para kariyawan (dipelbagai lapangan).

Jadi Nabi SAW mengibaratkan masyarakat dunia ini sebagai satu kebun adapun bunganya yang indahdan berwarna warni itu ialah para ulamaatau cerdik pandai, para pengusaha, para mu'min yang beribadah, para karyawan, para pedagang dan pengusaha.

Nabi melanjutkan:

فَجَاءَ إِبْلِيسُ بِخَمْسَةِ اَعْلاَمٍ وَاَقَامَهَا بِجَنْبِ هذِهِ اْلخَمْسِ فَجَاءَ بِالْحَسَدِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعِلْمِ وَجَاءَ بِالْجُوْرِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعَدْلِ وَجَاءَ بِالرِّيَاءِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعِبَادَةِ وَجَاءَ بِالْخِيَانَةِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ اْلاَمَانَةِ وَجَاءَ بِالْغَشِّ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ النَّصِيْحَةِِ

Artinya: Maka datanglah Iblis dengan lima bendera, lalu dikibarkannya lima bendera itu di samping hal-hal yang lima tadi.
1. Maka ia (iblis) datang membawa bendera hasud ditanamkannya di sebelah ilmu alim ulam dan cerdik pandai.
2. Dan ia datang membawa bendera kedzaliman dipancangkannya disebelah keadilan para penguasa. 3. Dan ia datang dengan bendera riya' dikibarkan disamping orang yang beribadah.
4. Dan ia datang dengan bendera khianat disisipkannya disebelah kejujuran para saudagar dan pengusaha.
5. Dan ia datang dengan bendera inkar dipasangkan di sebelah disiplin para karyawan.

HADIRIN MA'AASYIROL MUSLIMIN ROHIMAKUMULLOOH.

Akan aman dan damailah suatu masyarakat selama yang lima tadi tidak terpengaruh dengan bendera-bendera iblis la'natulloh.Maka dari peringatan Nabi ini ialah kita harus menyadari benar-benar, bahwa tiap-tiap kelebihan sesuatu apapun pada diri kita, baik berupa ilmu pengetahuan atau berupa kekayaan atau berupa kekuasaan itu semua adalah amanat dari Alloh yang wajib kita gunakan sesuai dengan norma-norma ilahi yang memberi amanat demi untuk keselamatan dan kesejahtraan sesama manusia.Dan atas penggunaan itu masing-masing kita tidak bisa melepaskan diri dari pertanggung jawaban di dunia ini kepada sesama manusia dan di akherat nanti kepada Alloh SWT. Inilah sikap jiwa seorang muslim sebagai penjelmaan dari perasaan iman yang ada pada dirinya sendiri.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Itulah teks khutbah jum'at tentang"lima macam hiasan dunia" semoga bermanfaat demi meraih kebahagiaan dunia akherat.Begitu juga kami sajikan khutbah jum'at tentang isra mi'raj, maulid Nabi, nisfu sya'ban dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga dengan adanya artikel kami ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Sabar Menghadapi Ujian

Contoh teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Sabar Menghadapi Ujian. Khutbah jumat adalah merupakan salah satu dari pada syaratnya jumat, maka oleh karena itu setiap kita melaksanakan sholat jumat terlebih dahulu harus melakukan khutbah yang dibacakan oleh seorang khatib sehingga kalau melaksanakan sholat jumat tidak memakai khutbah maka sholat jumatnya tidak syah dan orang yang khutbahnya harus benar-benar orang yang a'lim jangan sembarangan orang serta harus memenuhi syarat dan rukun pada khutbahnya.

Adapun tata cara pelaksanaan khutbah seorang khatib harus benar benar melaksanakan syarat dan rukun khutbah supaya sholat jumat kita syah, karena khutbah mempunyai syarat 10 yaitu: Suci dari hadast baik hadast kecil maupun hadast besar, Suci dari najis dalam pakaian, badan dan tempat, Menutupi aurat, Dilaksanakannya sambil berdiri bagi orang yang mampuh, Duduk diantara khutbah dua, Harus terus menerus antara khutbah kesatu dan kedua, Harus terus menerus antara khutbah dan sholat jumatnya, Harus berbahasa Arab, Harus kedengaran oleh Orang yang termasuk syarat jumat dan yang terakhir adalah harus dilaksanakan dalam waktu dzuhur.

Adapun rukun khutbahnya ada 5 yaitu: Membaca pujian kepada Alloh pada khutbah kesatu dan kedua, Membaca shalawat atas Nabi muhammad SAW pada kedua khutbah, Wasiat dengan taqwa pada kedua khutbah, Membaca salah satu ayat al Qur'an pada salah satu khutbah dua dan yang terakhir mendoakan kepada mu'min laki laki dan perempuan pada khutbah terakhir. itulah yang termasuk syarat dan rukun khutbah  selamat berkhutbah wahai para khatib jumat denga tema Khutbah Jumat Singkat Sabar Manghadapi Ujian

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Sabar Manghadapi Ujian

اَلحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, اَحْمَدُهُ عَلَى صُنُوْفِ نِعْمُهِ. اَشْكُرُهُ عَلَى خَيْرِالْقَدْرِ وَشَرِّهِ. وَاسْتَزِيْدُهُ مِنْ جَزِيْلَ عَطَائِهِ وَبِرِّهِ. اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً مَنْ اَوْجَدَهُ بَعْدَ عَدَمِهِ, وَامْتَزَجَ تَوْحِيْدُهُ بِلَحْمِهِ وَدَمِهِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ بَرِيَّتِهِ, اَلْمَخْصُوْصُ بِوَحْيِهِ وَرِسَالَتِهِ. اَللَّهُمُ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ المُوْفِيْنَ بِعَقْدِ ذِمَّتِهِ وَاِيْمَانِهِ. اَمَّابَعْدُ فَيَاعِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَّقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١)الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢) .


Ma'asyirol muslimin rohima kumulloh

Ketahuilah bahwasanya kita hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari ujian dan cobaan. Hidup yang tanpa ujian dan cobaan adalah hidupnya binatang dan tumbuh tumbuhan. Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari suka dan duka, ketawa dan menangis, lapang dan sempit. Berpuluh puluh ayat Al qur'an menyatakan bahwasanya hidup ini adalah untuk diuji, jadi kita ingin menjadi orang yang baik segala ujian dan cobaan itu harus kita hadapi tidak boleh tidak.

Alloh berfirman

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١)الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢)


Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu[1] Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya[2] (Qs. Al mulk 1-2)

Jadi jelas kita hidup untuk diuji, untuk di nilai siapa diantara kita yang masih tetep bertahan menjadi orang baik sekalipun di timpa berbagai cobaan dan ujian.
Mampuhkah kita meneladani Nabi Ayub AS, sewaktu kita dirundung kesedihan dan kemelaratan?
Mampuh kah kita meneladani Nabi Yunus AS yang begitu rajin bertasbih dan beribadah padahal ia diliputi dengan bahaya?
Mampuh kah kita meneladani Nabi Isa AS yang tetap segar pengabdianya terhadap Alloh pada hal Ia tak punya apa apa?

Ma'asyirol muslimin rohima kumulloh

Ternyta yang dinamakan ujian dan cobaan itu, bukan hanya kesedihan dan kemelaratan saja, kesenangan dan kekayaan itupun juga ujian. Alloh berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ


“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)

Jadi kesusahan dan kemelaratan, kesenangan dan kebahagiaan itu semua adalah ujian dan ini tidak bisa kita hindari. dan agar kita tidak larut dalam ujian itu serta tidak mudah putus asa maka Alloh memberikan petunjuk atau jalan untuk mengatasi ujian itu. Dan jalan tersebut adalah ibadah.

Segala bentuk ibadah dari yang sunat sampai yang wajib mana kala kita kerjakan dengan ikhlas dan sungguh sungguh maka akan meninggalkan bekas pada diri kita, iman akan bertambah lebih kuat dan tebal daya tahan tubuh semakin tangguh dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian yang silih berganti. Orang sudah melatih dirinya dengan memperbanyak ibadah ia tak akan sombong atau lupa daratan jika ia sedang jaya serta tidak muda putus asa dan fatah semangat jika ia sedang menderita. Disini letak pentingnya kita beribadah itu.

Adapun orang yang malas beribadah, maka ia akan mudah di ombang ambing oleh ujian yang menimpa dirinya. Alloh melukiskan sifat orang yang belum terlatih dan orang yang sudah terlatih ini dengan firmannya:

أَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)


“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)

Ma'asyirol muslimin rohima kumulloh

Sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi ujian hendaklah bersyukur kepda Alloh jika ujian itu berupa kesenangan, jangan keburu sombong. Kita harus ingat seluruh kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Alloh dan hendaknya kita pergunakan hanya untuk kepentingan kepentingan yang diridloinya saja.

Dalam hal ini kita harus meneladani Nabi Sulaiman As yang memiliki kesadaran yang amat tinggi terhadap kerajaan dan seluruh kekeyaannya, ia berkata:

هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ


"Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). (An Naml 40)

Dan kita bersabar dan tidak putus asa jika ujian itu berupa kemalaratan dan kededihan. Ketahuilah bahwasanya kekayaan seseorang bukan jaminan bahwa ia di cintai oleh Alloh SWT. Bukankah Firaun, Qorun dan Abu lahab yang di murkai Alloh itu adalah orang orang yang kaya raya dan berkedudukan?

Begitu pula kemiskinan bukan suatu tanda kalau orang itu di benci Alloh. Bukankah Nuh AS, Ayub As, Isa AS,dan Nabi Muhammad SAW yang menjadi kekasih Alloh itu adalah orang orang yang melarat?

Jelasnya segala ujian baik yang berupa kesenangan atau kesedihan itu untuk menilai kita apakah kita bertambah baik dengan ujian tersebut ataukah bertambah jahat. Semoga kita semua diberi oleh Alloh kesabaran, kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi segala ujian dan cobaan Alloh dengan demikian kita bakal menjadi mu'min yang diridloi Alloh di dunia dan Akherat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ عَظِيْمِ. وَنَفَعْنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلَايَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمَنْكُمْ تَلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْم. اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُاللَه الْعَظِيْمِ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتُ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتُ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُرُ الرَّحِيْمِ.


Itulah yang dapat Saya sampaikan mengenai artikel ini denga tema Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Sabar Manghadapi Ujian, semoga denga adanya tema ini dapat membantu dalam pencarian tema khutbah bagi para khatib jumat. Begitu juga kami sajikan pada artikel berikutnya khutbah jum'at singkat keutamaan hari jum'at khutbah jumat isra' mi'raj, malam nisfu sya'ban, menyambut ramadhan dan masih banyak lagi yang lainnya. makanya terus saja update di sini

Contoh Teks Khutbah Jumat Hikmah Isra Mi'raj Singkat Padat Terbaru 2018

Contoh Teks Khutbah Jumat Hikmah Isra Mi'raj. Hari jumat adalah merupakan hari yang sangat penting bagi umat Islam, Rasululloh SAW sendiri menyatakan sebagi " sayyidul ayyam " penghulu hari, oleh karena itu setiap muslim semestinya menjadikan hari jumat itu secara lebih khusus dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman kaum muslimin terhadap ajaran Islam dan ketaqwaan kepada Alloh SWT.

Dengan adanya khutbah jumat kita semua dapat memperoleh pesan-pesean yang disampaikan oleh khatib lewat khutbahnya, karena khutbah jumat merupakan satu-satunya forum tablig yang jamaahnya berada dalam keadaan suci karena berwudhu, sehingga dengan kesucian itu Insya Alloh seorang muslim dapat menamcapkan pesan-pesan khutbah yang diberikan kedalam hati yang paling dalam.

Maka dengan itu sebagai khatib harus benar-benar bisa memanafaatkan khutbahnya sebagai sarana dakwah yang bisa di fahami oleh banyak jamaah denga mengambil metode dakwahnya simpel dan mudah di ingat oleh jamaah, maka khatib semaksimal mungkin harus mengambil teks khutbah sesuai dengan keadaan dan situasi masyarakat pada saat itu misalnya bulan rajab, khatib harus bisa membawa teks khutbah jumat hikmah isra mi'raj atau peristiwa isra mi'raj dan lain sebagainya. Maka kami di sini akan memberikan contoh teks khutbah jumat hikmanya Isra Mi'raj

Contoh Teks Khutbah Jumat Hikmah Isra Mi'raj

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ وَأَضَلَّ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى حَمْدَ عَبْدِامْتَثَلَ أَمْرَهُ وَتَأَدَّبَ بِأَدَبِ اْلإِسْلاَمِ وَأَشَّهَدُ أَنَّ النَّبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَةِ وَتَبِعِيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sidang jumat yang di mulyakan oleh Alloh SWT.
Sebagai mana yang telah kita ketahui bahwa kita semua sekarang sedang berada pada bulan rajab, yang mana bulan rajab itu adalah bulan di israkan dan di mi'rajkannya Nabi kita Muhammad SAW, kita sebagai umat Islam tidak hanya mengenang peristiwa itu tapi juga guna untuk mengambil hikmah atau pelajaran agar berguna bagi menjalankan kehidupan kita ini.Isra mi'raj memang mengandung hikmah yang sangat besar diantaranya;

pertama, perjalanan isra dan mi'raj ini merupakan perjalanan yang berlangsung dari masjid kemasjid yaitu masjidil haram ke masjidil aqsha terus naik kelangit dan kembali lagi ke masjid. Yang namanya perjalanan tentu maju, ini berarti bisa kita simpulkan bila mana kita menginginkan umat islam mengalami dan mencapai kemajuan yang terarah, maka sumber daya umat muslim harus mendapat pembinaan di mesjid seakan-akan kita ini harus bisa memakmurkan masjid.

Dengan demikian hikmah isra dan mi'raj adalah masjid harus kita pungsikan sebagai pusat pembinaan dan kemajuan umat islam dan setiap muslim diwajibkan memakmurkan mesjid Alloh dengan berbagai aktivitas peribadatan yang banyak dan bervariasi, sebagai man Alloh berfirman dlm surat at-taubat ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Hikmah kedua, Isra Mi'raj juga membuktikan luas dan banyaknya ilmu Alloh sehingga apa yang mustahil bilat dilihat dari ilmu manusia menjadi mumkin bagi ilmu Alloh, ini menggambarkan bahwa ilmu Alloh itu sangat luas dan amat banyak sedangkan ilmu yang dimiliki manusia itu sangat sedikit

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا (٨٥)

Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.

Karena demikian sedikit dengan ilmu yang kita miliki, maka tidak pantaslah untuk kita semua berlaku sombong dengan ilmunya itu, apa lagi kesombongan itu adalah warisan dari iblis.

Ketiga hikmah isra mi'raj itu, adalah memperkokoh loyalitas atau kesetiaan NAbi Muhammad SAW kepada Alloh SWT, hal itu karena terjadinya Isra mi'raj  ketika Nabi berada dalam kondisi yang berduka dengan wafatnya siti khadijah, yaitu sang istri yang banyak menopang Nabi dari segi dana dan wafatnya Abu thalib faman Nabi yang banyak memberikan bantuan perlindunga dari gangguan dari orang kapir kurais.

Oleh karena itu kita semua setelah memperingati Isra damn Mi'raj dari tahun ketahun semestinya kita semakin memiliki loyalitas atau kesetiaan kita kepada Alloh. sehingga kita mau terikat pada nilai-nilai yang datang dari Alloh SWT.

Sidang jumat yang di mulyakan oleh Alloh SWT.

Keempat hikmah dari Isra dan Mi'raj adalah memperkokoh semangat dakwah. Hal ini karena sekembalinya Rasul dari Isra dan Mi'raj beliau semakin menunjukan semangatnya dalam dakwah meskipun orang-orang kafir semakin berani dan biadab dalam menghalang-halangi laju dakwahnya Rasul SAW. Oleh karena itu ketidak sukaannya orang kafir terhadap maju yang semakin cepat dari dakwah Nabi menimbulkan permusuhan mereka yang tiada terkira. Hingga puncaknya harus dihindarinya pertumpahan darah , maka Nabi dan para shahabat dimperintah oleh Aloh untuk hijrah dari mekah kemadinah.

Dengan demikian keharusan kita dalam menunaikan tugas berdakwah secara serius seperti Alloh telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung".

Dengan demikian setelah kita memperingati Isra dan Mi'raj tanggung jawab dan semangat diri kita untuk memikul amanah dakwah harus semakin ter wujud.

Terakhir atau yang kelima dari Isra dan Mi'raj adalah semakin menumbuhkan izzah atau harga diri sebagai muslim. Itulah sebagai mana yang telah di tunjukan oleh Nabi SAW setelah Isra dan Mi'raj, dan memang begitulah seharusnya seorang muslim

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.

Ini berarti setelah Isra Mi'raj kebanggaan kita sebagai muslim tak perlu diragukan lagi, semoga kita semua di masukan kepada kelompok orang-orang yang pandai mengambil hikmah dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu khususnya yang berkaitan denga sejarah Rasululloh SAW.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Itulah yang dapat kami sampaikan tentang contoh teks khutbah jumat isra mi'raj semoga ada manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa mengamalkannya dari pada isi kandungan khutbah ini. Begitu juga kami sajikan berikutnya khutbah jumat keutamaan hari juamt semoga bermanfaat bagi kita semua

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj Terbaru 2018

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj. Sebelum berkhutbah disuatu tempat, sebaiknya dicarikan terlebih dahulu informasi atau ditanyakan kepada penyelenggara shalat jum'at tentang situasi tempat itu secara umum. Umpamanya, keadaan jama'ahnya, kecerdasannya, latar belakang kehidupannya, tingkat dan cara pemikitrannya, supaya nantinya ketikat seorang khatib menyampaikan khutbahnya dapat diterima dan dimengerti oleh semua akhli jum'at di tempat itu.

Kemudian seorang khatib harus bisa menyesuaikan tema yang akan di sampaikan sesuai dengan situasi dan kondisi pada waktu itu, misalkan bulan sya'ba yang ada kaitannya seperti doa nisfu sya'ban, ramadhan yang adakaitannya dengan bulan ramadhan dan yang lainnya, karena tema khutbah itu adalah merupakan sasaran dan target yang akan dicapai agar setiap khutbah dapat meningkatkan gairah umat untuk beramal dan berkarya sehingga isi khutbah harus dapat menjawab dan menyelesaikan setiap problema yang timbul dalam masyarakat.

Maka untuk itu kami di sini akan memberikan salah satu Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj, guna untuk supaya bisa mempermudah dalam pencarian seorang khatib yang akan menyampaikan khutbahnya pada bulan rajab karena pada bulan rajab itu biasanya para khatib selalu membahas Isra Mi'raj sebagai man teks khutbah jumat isra mi'raj di bawah ini:

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj

الحمدُ للهِ الذِي اصطَفَى مِنْ عبادِهِ أنبياءَ ومرسلينَ, وجعَلَهُمْ قُدوةً وأُسوةً للعالمينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، أكْمَلَ النِّعمةَ بإنزالِ الدِّينِ, وأَتَمَّ المنَّةَ بإرسالِ الأنبياءِ والمرسلينَ، وأَشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ, كَمُلَتْ بِهِ النبواتُ, وتَمَّتْ ببعثتِهِ الرسالاتُ ، ورفعَهُ ربُّهُ إلَى أعْلَى السمواتِ ، وَخَصَّهُ بالمقامِ المحمودِ، والحوضِ المورودِ، فاللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ أمَّا بعدُ: فأُوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ تعالَى، قالَ اللهُ عزَّ وجلَّ:وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرا.

Sdr 2 Akhli Jum'at yang berbahagia.
Pada hari ini kita semua sedang berada dalam bulan rajab yang mana bulan ini adalah merupakan salah satu bulan yang di mulyakan oleh Alloh SWT dari yang empat bulan yaitu bulan rajab, dzulqa'dah, dzul hijjah dan muharam. karena Alloh SWT menciptakan bulan dalam satu tahun itu sebanyak 12 bulan.

Dengan dimulyakannya bulan rajab itu karena pada bulan rajab memiliki peristiwa penting  yang bersejarah yaitu atas adanya Isra Mi'raj Nabi kita Muhammad SAW, dan ini adalah merupakan sebagai mu'zizat yang sangat basar yang tak terduga oleh akal pikiran manusia, karena arti Isra adalah berjalan dari masjidil Haram yang ada di kota mekah ke masjidil Aqsho yang ada di palestina dalam waktu singkat, sedangkan kalau menurut adat kebiasaan manusia perjalanan masjidil Haram kemasjidil Aqsho itu bisa ditempuh dengan menggunakan Onta selama satu bulan.

Begitu pula Nabi Mi'raj ( Naik) Kelangit sampai ke rop-rop mustawan koba kaosen aoadna artinya ketempat yang paling mulia, karena pada tempat itu tidak ada satu pun orang yang mendudukinya terkecuali orang yang telah mendapat panggilan dari Alloh SWT, jadi yakin peristiwa Isra Mi'raj itu sangat tek terduga oleh akal pemikiran manusia, tapi ini harus diterimanya dengan keimanan kerena itu adalah mu'zizat.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1)

Artinya:Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17: 1)

Sdr 2 Sidang Jum'at yang berbahagia.
Adapun kejadiannya Isra Mi'raj itu adalah tanggal 27 rajab malam senin tahun ke sebelas setelah di angkat mejadi rasul 2 tahun sebelum hijrah kemadinah , adapun perjalanan yang dilalui oleh Nabi Muhammad SAW ketika Isra Mi'raj itu diantaranya:
1. Alam Nasut (alam tempat domisilinya Manusia) / alam dunya.
2. Alam Malakut ( Tempat domisilinya para Malaikat)
3. Alam Jabarut ( ( Alam tanda kebesaran Alloh) Alam Asma dan Alam Sifat
4. Alam Lahut ( Alam tidak ada yang menduduki kecuali orang yang mendapat panggilan Alloh)

Disanalah NAbi  Muhammad mendapatkan tugas dari Alloh SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam, yang mana asalnya shalat itu sehari semalam 50 waktu, dengan beberapa kali proses Nabi kita munajat kehadrat Alloh yang akhirnya shalat diwajibkan 5 kali dalam sehari semalam.  Mandat Shalat 5 waktu agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Jadi initinya Isra Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Shalat adalah merupakan media untuk mencapai kesalehan antara seorang hamba dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“.

Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung  dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al–Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.

Sdr 2 Sidang Jum'at yang berbahagia.
Kalau kita teliti dari pada hikmah Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW atas di perintahkannya
sholat  kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

Jadi pada intinya atas peristiwa Isra Mi'raj itu adalah
1. Untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Alloh SWT
2. MengEx ke Imanan manusia
3. Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh dengan melaksanakan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini yaitu shalat sehari semalam 5 waktu.

 Sdr 2 Sidang Jum'at yang berbahagia.
Itulah yang dapat kami sampaikan pada khutbah ini semoga ada hikmahnya dan kita bisa melaksanakan  demi tercapainya kebahagiaan kita di dunia maupun diakherat Amiiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Itulah yang dapat Kami sampaikan mengenai  contoh teks khutbah jumat isra mi'raj, semoga ada manfaatnya bagi kita semua terutama bagi para khatib dapat membantu untuk pencarian teks khutbahnya. Begitu juga kami sajikan khutba jum'at hikmah isra mi'raj dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga bermanfaat bagi ita semua

Contoh Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1439 H

Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1439 - Manusia sebagai makluk sosial sudah tentu membutuhkan orang lain sebagai partner hidup. Baik itu untuk memutuskan satu masalah atau hanya sekedar untuk berbagi. Oleh karena itu, para filosof seperti Aristoteles, Al-Faribi, atau pun Ibnu Khaldun mengakui pentingnya teman dalam kehidupan manusia.

Akan tetapi, di dalam aktifitas dan interaksinya dengan orang lain, tak jarang seorang anak manusia harus merasakan gesekan-gesekan yang apabila tidak segera dicari pemecahannya akan menimbulkan permasalahan, bahkan bisa jadi sampai terjadi peperangan. Maka tak asing lagi, manusia pasti saling membutuhkan masukan-masukan ilmu untuk dijadikan sumber kehidupan menuju kejalan yang benar.

Maka untuk itu Admin disini akan berbagi sedikit pengertian tentang beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan muharam  lewat khutbah jumat 10 muharram untuk dijadikan sumber motivasi dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari menuju ridla Ilaahi selamat dunia dan akherat.

Contoh Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1437 H

ألحَمْدُ لِلّهِ. ألحَمْدُ لِلّهِ الذِي جَزَى العَامِلِيْنَ. وأحَبَّ الطَّائِعِيْنَ. وَأبْغَضَ العَاصِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَ اِلهَ اِلااللهُ. وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ الهَادِي اِلَى صرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ الْقَوِيْمِ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اتَّقُوْاللهَ الّذِي لا اِلهَ سِوَاهُ وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ والْعِبَادَةِ. وَنَهَاكُمْ بِالظُّلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ. فَلا يَكُوْنُ ذلِكَ اِلاَّ لِخُسْرَانِكُمْ وَهَلالِكُمْ. وَلَكِنِّ اللهَ يَرْحَمُكُمْ وَأنْزَلَ نِعَمَهُ عَلَيْكُمْ. فَأَطِيْعُوْهُ وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. لِأَنَّ اللهَ جَزَى أَعْمَالَكُمْ. أَثَابَكُمْ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. وَعَذَّبَكُمْ بِسَيّءِ أَفْعَالِكُمْ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ


Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Melalui mimbar khutbah ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada para jama’ah sekalian, marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya. Yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Bahwasannya tidak ada perbedaan antara seseorang dengan seorang yang lainnya. Maka alangkah bahagia dan beruntungnya orang yang termasuk dalam golongan muttaqin. Karena kelak akan mendapat tempat dan maqam yang mulia di sisi Ilahi.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Masih di bulan Muharram ini memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmatnya kepada kita semua. Yaitu dengan menggunakan nikmat itu ke jalan yang di ridloi-Nya. Bersyukur atas nikmatnya, maka Allah pun akan menambah nikmat itu.

Sebagai upaya memningkatkan iman dan taqwa kepada-NYA, maka melalui datangnya Tahun Baru Hijriyah ini kita menegok sejarah masa silam, 10 Muharram adalah hari yang lebih dikenal dengan Hari Asyura’, yang mana kita ingat kembali betapa para Nabi mendapat kemenangan pada hari itu. Hari Asyura’ juga dianggap sebagai hari besar umat Islam, karena ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat itu.Beberapa peristiwa penting, di mana para Nabi dan Rasul banyak mendapat anugerah dari Allah subhana wa Ta'ala yang Maha Suci, di antaranya :

1. Setelah beratus-ratus tahun lamanya Nabi Adam as meminta ampunan dan bertobat kepada Allah SWT, maka pada hari yang bersejarah yaitu tanggal 10 Muharam Allah SWT telah menerima taubat Nabi Adam as. Inilah salah satu penghormatan kepada Nabi Adam as. Ratusan tahun bertobat.. Begitu lama sekali Nabiyullah Adam as melakukan tobat ini..

2. Nabi Idris as memperoleh derajat yang luhur, dibawa ke langit disebabkan karena beliau bersifat belas kasihan kepada sesamanya.

3. Nabi Musa as mendapat anugrah kitab Taurat ketika beliau berada di bukit Thursina (Sinai) dan Saat diselamatkannya beliau dari pasukan Fir'aun saat menyeberangi Laut Merah.

4. Nabi Ibrahim as terhindar dari siksaan raja Namrud, karena di tuduh menghancurkan berhala dikuil tempat pemujaan Namrud, meskipun beliau sudah dilemparkan kedalam api unggun yang menyala-nyala

5. Nabi Nuh as turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, terhindar dari air bah dan taufan yang dasyat.

6. Nabi Yusuf as di bebaskan dari penjara mesir. Karena sebelumnya ia dituduh Zulaikha yang menuduh Nabi Yusuf as memperkosanya, padahal sebaliknya, bahwa wanita itu yang mengajak berbuat zina

7. Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan beliau dipertemukan kembali dengan putranya yakni Nabi Yusuf pada hari Asyura.

8. Allah SWT menerima taubat Nabi Yunus as, dan menyelematkan beliau dari perut ikan nun (jenis ikan yang sangat besar).

9. Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman. Tanggal itu merupakan suatu penghormatan kepada beliau. Akhirnya sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Sulaiman berpuasa dan beribadah kepada Allah SWT.

10. Nabi Daud as di sucikan dari dosa dan dibersihkan dari segala fitnah serta tuduhan. Di sebabkan beliau telah mengirimkan panglimanya hingga gugur, padahal sang panglima memiliki istri yang amat cantik.

11. Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa as ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa as dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa as daripada kekejaman kaum Bani Israil.

12. Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya pada hari asyura’ mendapat anugrah dan kewaspadaan dalam menetapi hidayah Al-Qur’an (hijrahnya Rasulullah SAW).

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Oleh karena pentingnya kejadian-kejadian tersebut, yakni pada hari Asyura’ para Nabi banyak memperoleh anugerah dari Allah subhana wa Ta'ala. Maka bagi umat Islam disunnahkan (diutamakan) untuk menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak tafakur serta menambah amal ibadah lainnya.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمِ


“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim),

Dan dalam hadits lain yang di terima dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:


قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ وَالْيَهُوْدُ تَصُوْمُ عَاشُوْرَاءَ فَقَالُوْا هَذَا يَوْمٌ ضَهَرَ فِيْهُ مُوْسَى عَلَى فِرعَوْنَ فَقَالَ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَانِهِ: أَنْتُمْ أَحَقُّ مُوْسَى مِنْهُمْ فَصُوْمُوْا.


Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Al Bukhari).

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Puasa Asyura’ merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam, sebelum Ramadlan. Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:

أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاة عَاشُوْرَاءَ اِلَى قُرَى الْأَ لْضَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ قَالَتْ فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ وَنَصُوْمُ صِبْيَاتُنَا وَنَجْعَلُ لَهُم اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَأِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامَ أَعْطَيْنَاهُ ذَلِكَ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الْاِفْطَانِ


Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, puasa Asyura’ menjadi puasa sunnah. A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan:

كَانَ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ تَصُوْمُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَهِلِيَّةِ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّ فَرَضَ رَمَضَانَ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.


“Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa.” (HR. Al Bukhari dan Muslim.

Pada hari Asyuro umat Islam disunnahkan untuk melakukan banyak kebaikan diataranya adalah memberikan santunan kepada Anak Yatim/Piatu

Maka oleh karena itu mari kita mengambil hikmah dan bisa kita mengamalkannya dari isi khutbah yang telah khatib sampaikan semoga kita selamanya mendapat bingbingan hidayah taufiq dari Alloh SWT.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ


Sekian yang dapat Saya sampaikan contoh khutbah jumat peristiwa 10 muharram edisi terbaru 1439 H semoga besar manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa mengamalkan isi-isi kandunga dari khutbah ini. Amiiin. Begitu juga ami sajikan Khutbah jumat hiasan dunia Khutbah jumat tentang maulid Nabi, isra miraj dan masih banyak lagin yang lainnya